Tampilkan postingan dengan label islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label islam. Tampilkan semua postingan

Makalah Suhrawardi Al-Maqtul (.docx + .ppt)



                 
Dalam dunia filsafat terdapat dua aliran besar yaitu aliran peripatetis dan iluminasi. Mengerti dan mengetahui kedua aliran ini adalah hal yang sangat penting ketika kita ingin mengkaji filsafat, karena semua filsuf khususnya muslim pada akhirnya merujuk dan berkaitan kepada dua aliran ini. Aliran peripatetis merupakan aliran yang pada umumnya diikuti oleh kebanyakan filsuf, sedangkan aliran iluninasi di sini merupakan tandingan bagi aliran peripatetis. Aliran iluminasi ini dipelpori oleh seorang tokoh filsuf muslim yaitu Suhrawardi al Maqtul yang dikenal juga dengan sebutan bapak iluminasi.

ungkapan "cinta karena Allah"

bilang "cinta karena Allah" namun tanpa kejelasan kapan menikah | adalah maksiat yang nyata dan jelas-jelas bakal mengundang fitnah
ungkapan "cinta karena Allah" hanya pantas diucap selepas akad | setelah menikah barulah ungkapan ini menjadi berarti bernilai
seorang lelaki harusnya bisa menahan kata-kata, mengumbar janji | semua sayang, rindu, curah rasa, biarlah selepas akad baru diungkap
karena wanita lemah telinganya, mudah terbuai oleh kata-kata | sebelum menikah jangan banyak umbar janji dan janji tanpa nyata
ingat-ingat ta'aruf bukan modus pacaran syariah | ta'aruf tak berarti boleh bertingkah seperti sudah menikah
masa depan tiada yang bisa menjamin, tiada yang pasti | maka cintailah seperlunya, sayangilah secara semestinya
tak perlu mengumbar kata, buktikan saja setelah menikah | tidak perlu mengumbar rasa, ada banyak waktu setelah menikah
jodoh bukannya didekatkan dengan janji, tapi dengan doa dan ketaatan | kalau memang serius kearah kebaikan, jangan mulai dengan dosa

Kutipan : Ustadz Felix Siaw

persamaan nama Tuhan Yang Maha Esa antara Nasrani dan Islam


Ada persamaan nama Tuhan Yang Maha Esa antara Nasrani dan Islam di mana Nasrani yang datang terlebih dahulu sebelum Islam, menyebut Tuhan sebagai Allah. Bahkan orang-orang sebelum Islam pun di Arabia menyebut Tuhan: Allah. Yahudi tidak mempunyai nama pemanggilan yang baku. Yahwe, YHWE, Yahova dan sebagainya. Yahudi memandang Tuhan sebagai diskursus yang bebas dan tidak dibatasi.
BALASAN KARENA MENGHINA AL-QUR'AN

BALASAN KARENA MENGHINA AL-QUR'AN

BALASAN KARENA MENGHINA AL-QUR'AN

Dosen: “Saya bingung.
Banyak umat Islam di
seluruh dunia pada lebay.
Kenapa harus protes dan
demo besar-besaran cuma
karena tentara amerika
menginjak, meludahi dan
mengencingi Al-Qur'an ?”
Tambah sang dosen: “Wong
yang dibakar kan cuma
kertas, cuma media tempat
Qur'an ditulis saja kok. Yang
Qur'an-nya kan ada di Lauh
Mahfuzh. Dasar ndeso. Saya
kira banyak muslim yang
mesti dicerdaskan”.
Meskipun pongah, namun
banyak mahasiswa yang
setuju dengan pendapat
dosen liberal gila ini.
Memang Qur'an kan
hakikatnya ada di Lauh
Mahfuz.
Tak lama sebuah langkah
kaki memecah kesunyian
kelas.
Sang mahasiswa kreatif
mendekati dosen kemudian
mengambil diktat kuliah si
dosen, dan membaca
sedikit sambil sesekali
menatap tajam si dosen.

Kelas makin hening, para
mahasiswa tidak tahu apa
yang akan terjadi
selanjutnya.

Mahasiswa: “Wah, saya
sangat terkesan dengan
hasil analisa bapak yang
ada disini”.
ujarnya sambil membolak-
balik halaman diktat
tersebut.

“Hhuuhhh ...”
Semua orang di kelas itu
lega karena mengira ada
yang tidak beres dengan
mahasiswa itu.

Namun Tiba-tiba sang
mahasiswa meludahi,
menghempaskan dan
kemudian menginjak-injak
diktat dosen tersebut.
Kelas menjadi heboh.
Semua orang kaget, tak
terkecuali si dosen liberal
itu.

Dosen: “Kamu ... ?!. Berani
melecehkan saya ?!. Kamu
tahu apa yang kamu
lakukan ?!. Kamu menghina
karya ilmiah hasil pemikiran
saya !!. Lancang kamu ya !!”
Si dosen melayangkan
tangannya ke arah kepala
sang mahasiswa kreatif,
namun ia dengan cekatan
menangkis dan menangkap
tangan si dosen.

Mahasiswa: “Kok marah
pak ?. Saya kan cuma
nginjak kertas pak. Ilmu
dan pikiran yang bapak
punya kan ada di kepala
bapak. Ngapain bapak
marah kalau yang saya
injak cuma kertas dalam
buku kok. Wong yang saya
injak bukan kepala bapak.

Kayaknya bapak yang perlu
dicerdaskan ya ??”
Si dosen merapikan
pakaiannya dan segera
meninggalkan kelas dengan
perasaan malu yang amat
sangat.

Cepeek deeh ... !!.

Itulah cara Allah membalas orang-orang yang sombong,
ia akan dipermalukan pada akhirnya.
Muslim Ber-Valentine?

Muslim Ber-Valentine?

Muslim Ber-Valentine?


PENGARUH hedonisme yang ada di Indonesia, sepertinya masih belum bisa lepas dari pola pikir sebagian besar masyarakat terutama di metropolitan. Perilaku konsumtif dan gaya hidup yang gemar berfoya-foya kadang membuat kita tak henti mengelus dada maupun menggelengkan kepala. Termasuk perayaan valentine yang masih menjangkiti kawula muda di kalangan Ummat. Perayaan valentine seakan sudah menjadi ritual tradisi yang amat sayang untuk dilewatkan.
Bahkan belum lepas dari ingatan kita mengenai perayaan valentine yang disambut dengan ratusan paket kondom di beberapa minimarket di sebagian pelosok Ibukota. Prespektif valentine sebagai hari berkasih sayang inilah yang menjadikan berbagai pihak ikut memanfaatkan momen ini,terutama dalam segi bisnis. Padahal,sudah jelas perayaan ini sudah difatwakan haram oleh Ulama dan dianggap sebagai virus yang berpotensi merusak aqidah ummat.
Valentine acapkali digadang-gadangkan sebagai hari kasih sayang sedunia.Stigma ini dilandaskan pada background historis hukuman penggal saint Valentino. Saint Valentino ketika itu memperbolehkan hubungan cinta antara tentara kerajaan romawi dengan kekasihnya,namun hal itu menjadi larangan kaisar pada semua bala tentara. Atas ‘pembangkangan’ inilah,maka pendeta tersebut dipenggal oleh kaisar.Background historis inilah menjadi rujukan hari kasih sayang bagi para pengusung valentine di dunia barat.Lalu bagaimana ummat Islam merujuk valentine sebagai hari kasih sayang?